Text
praktik belajar best practice teori praktik
Sebelum tulisan ini ditulis secara utuh, alangkah baiknya melakukan mind mapping terlebih dahulu untuk memastikan alur yang akan ditulis itu seksi dan benar. Berdiskusi dengan beberapa orang yang dianggap kompeten tentang supervisi, person yang dilibatkan di sekolah, dan atau orang yang paham tentang menulis karya ilmiah khususnya best practice. Hal ini untuk menghindari best practice setengah matang yaitu best practice yang inspiratif tetapi nol tulisan.
Dalam forum best practice, misalnya perlombaan atau desiminasi best practice diklat sering kita mendengar statement: wah bagus sekali inovasinya tetapi sayangnya ditulisan tidak sama dengan yang disampaikan. Apa yang ditulis dengan apa yang diceritakan ketika digali juri/narasumber berbeda. Sebuah kesalahan kecil yang cukup merisaukan sebenarnya. Hal ini mungkin karena tidak ter-mind mapping dengan bagus, inventarisasi best nya kurang lengkap, atau konsep menulisnya yang perlu diperbaiki. Kembali pada tema supervisi, tulisan yang dihasilkan seharusnya runtut/sistematis dan dapat menggali inovasi yang dilakukan. Tulisan juga bisa menjawab 5W1H (what, why, who, when, where, dan how). Mengapa kita melakukan supervisi dengan e-supervisi, apa yang melatarbelakangi melakukan itu, siapa saja pihak yang dilibatkan dalam diskusi, eksekusi, evaluasi, dan tindaklanjutnya, kapan kita mulai melakukan e-supervisi,
No other version available