Buku ini bercerita tentang Berta. Ia membawa noken favoritnya. Itu adalah noken pertama yang ia buat. Setiap ke sekolah ia selalu membawa benda-benda unik di noken kesayangannya. Berta membawa Eman, tikus peliharaannya. Di hari berikutnya, alih-alih mebawa kertas untuk menulis, Berta malah membawa ubi bakar. Dalam noken Berta, juga ada benda misterius yang ditemukannya di jalan dan gelang persa…
Kisah tentang Abdul, abdi ketiga di Kasultanan Jambi. Sultan Jambi memiliki tiga abdi, yaitu Mahmud yang bertugas melatih prajurit, Taher yang menjadi utusan kepercayaan sultan, dan Abdul yang bertugas memelihara kucing istana. Ketenteraman kerajaan Jambi terusik oleh kehadiran harimau yang berkeliaran di desa dan mencuri hewan ternak warga. Sultan meminta ketiga abdinya untuk memikirkan cara m…
Jalu ingin menyusul Abah ke Jepang. Dia ingin pergi J ke Desa Shirakawa, setting tempat serial komik dan manga Jepang paling terkenal, Haruto. Konon, desa itu mirip sekali dengan kampung halamannya, Kampung Naga. Namun, kesederhanaan Kampung Naga menghalangi langkahnya. Jalu tak mau menyerah! Bersama sahabatnya, Jalu merintis jalur mandiri dengan cara membuat konten kreatif tentang kampung hala…
Novel ini menceritakan tentang Timur dari Papua yang harus berjuang agar bisa melanjutkan SMP. Perjuangan Timur tidak mudah, sebab ada rintangan yang dialami. Kalau teman-teman punya cerita seru apa saat berangkat ke sekolah? Setelah membaca cerita ini, semoga teman-teman semakin bersemangat lagi sekolahnya untuk meraih cita-cita.
Gendis bertekad ingin membuat buku skrap tentang Mbah Met. Untuk itu dia harus mengumpulkan segala hal tentang Mbah Met. Gendis rela membuntuti Mbah Met dari pagi sampal malam untuk mengumpulkan informasi. Namun, apa yang membuat Mbah Met spesial sehingga Gendis ingin membuat buku skrap tentangnya?
Opin, kuda nil kecil, ingin melakukan sesuatu yang hebat. Semua teman Opin pernah melakukan hal hebat. Sayangnya, Opin merasa tidak memiliki kehebatan apa pun. Suatu hari Opin membeli sebuah kacamata seperti yang dipakai Pahlawan Super, idolanya. Apakah kacamata super itu bisa membuat Opin hebat Berhasilkah Opin melakukan hal hebat seperti teman-temannya?
Paman mengajari permainan tradisional kepada Minul. Namanya Sigug. Permainan menjatuhkan batu besar dengan batu kecil. Minul berlatih sampai berhasil. Minul mengira teman-temannya tidak tahu tentang permainan ini. Dodo dan Ren mengajak Minul bermain Dampu batu di lapangan sore nanti. Ternyata, Dampu batu dan sigug adalah permainan yang sama, hanya beda istilah saja. Mereka pun bermain dampu bat…
Suri memiliki tetangga baru, Nala Namanya. Suri mengajak Nala bermain engklek, tapi Nala selalu menginjak garis berulang kali. Hingga ayah Nala memberikan kacamata. Ternyata Nala membutuhkan kacamata agar bisa melihat dengan jelas. Setelah beberapa lama, Nala mengajak Suri bermain kelereng. Ketika Suri membidik kelerang dalam lingkarang, kelerengnya meluncur jauh dari sasarannya. Suri kemudian …
Buku ini berkisah tentang Muzakir dan Dermawan, kakak beradik dari keluarga petani yang kaya raya. Sifat mereka berdua sungguh berbeda. Dermawan sangat penurah, sebaliknya Muzakir sangat pelit. Mereka berdua mendapatkan warisan kebun yang sama besar. Ayah mereka berpesan bahwa mereka harus saling mengasihi satu sama lain. Muzakir harus menjaga adiknya, Dermawan.
Kata Ayah, di tempat baru ini mereka akan menetap. Mereka tidak akan pindah lagi. Berarti, Feng bisa mencari teman. Masalahnya, Feng tidak tahu cara berteman. Feng menggambar wajah beberapa anak yang dilihatnya setiap hari. Ketika mereka menemukan gambar-gambar itu, Feng segera bersembunyi! Apakah gambarnya bisa membantu Feng mendapatkan teman, ataukah sebaliknya?